Imunisasi Maesles Rubella Tahap II, Semua Masyarakat Harus Imunisasi Campak

KET FOTO : Wakil Bupati Tolitoli, Hi. Abd Rahman Hi Budding (Tengah), Kadis Kesehatan, Bakri Idrus A.Pt (Kanan) dan Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra Ir. Muh. Nur Munawar (Kiri) saat memimpin jalannya kegiatan rapat kampanye imunisasi Maesle Rubella, Selasa (23/7/2018). FOTO ERWIN

TOLITOLI, UTARA POST – Seluruh masyarakat Kabupaten Tolitoli harus mendapatkan imunisasi campak Maesles Rubella Tahap II.

Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Tolitoli,  Hi. Abdul Rahman Hi Budding mewakili Bupati Tolitoli  saat membuka acara kampanye Imunisasi Campak Maesles Rubella Tahap II,  yang berlangsung, Senin (23/7-2018) di Sowot Polimpungan Kantor Bupati.

Dalam pertemuan itu, Wakil Bupati tolitoli mengatakan, Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella pada tahun 2020, dimana pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengkampanyekan campak di seluruh pelosok wilayah Indonesia guna mencegah kejadian yang mengakibatkan kematian pada bayi dan anak.

“Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui batuk dan bersin,” ujarnya.

Wabup menjelaskan, penyakit campak pada umumnya bisa terditeksi gejalanya seperti demam tinggi, bintik kemerahan pada kulit disertai dengan batuk dan pilek.

Wabup juga mengingatkan,  campak dan rubella masih beredar di Indonesia termasuk di Kabupaten Tolitoli,  sehingga  diperlukan perhatian serta dukungan dari semua pihak agar masyarakat Kabupaten Tolitoli,  mendapat kekebalan tubuh dengan cakupan diatas 85 persen.

Wabup juga mengimbau,  seluruh camat agar selalu mendorong masyarakat untuk mengikuti imunisasi sehingga mempercepat keberhasilan dalam kampanye imunisasi measles rubella di wilayahnya masing-masing .

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli, Bakri Idrus A.Pt mengatakan, berdasarkan Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan yaitu kesehatan kepada ibu, anak, remaja, lanjut usia dan penyandang cacat harus diberikan pengetahuan agar nantinya tidak terjadi kematian kepada bayi dan anak.

“Setiap anak indonesia tidak melihat kaya maupun miskin berhak memperoleh Imunisasi dasar sesuai dengan ketentuan untuk mencegah terjadinya penyakit yang dapat dihindari melalui imunisasi,” sebutnya.

Bakri menyebutkna, pemerintah melalui Dinas Kesehatan wajib memberikan imunisasi lengkap kepada setiap bayi dan anak, sebagai upaya pemeliharaan yang dilakukan untuk menurunkan angka kematian terhadap bayi, balita dan ibu yang saat melahirkan.

“Sasaran kampanye imunisasi seluruh bayi dan anak sejak berusia 9 bulan sampai 15 tahun tanpa melihat status imunisasi maupun riwayat penyakit campak dan rubella sebelumnya,” paparnya.

Bakri menambahkan, tujuan ini kegiatan imunisasi Maesles Rubella, untuk meningkatkan kekebalan tubuh buat masyarakat terhadap campak dan rubella secara tepat, memutuskan transmisi virus campak dan rubella serta menurunkan angka kesakitan kepada manusia.

“Hambatan dan permasalahan yang selama ini terjadi adalah orang tua kurang patuh, adanya penolakan dari orang tua, dan kampanye negatif serta kasus KIPI,” jelasnya.

Kegiatan imunisasi campak  dihadiri Asisten Ekinomi, Pembangunan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Tolitoli, Kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli, pejabat yang mewakili Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Tolitoli, Humas RRI Tolitoli, Kesdim 1305 Buol Tolitoli, Camat se Kabupaten Tolitoli, serta pengurus organisasi profesi kesehatan Kabupaten Tolitoli. ERWIN

KET FOTO : Wakil Bupati Tolitoli, Hi. Abd Rahman Hi Budding (Tengah), Kadis Kesehatan, Bakri Idrus A.Pt (Kanan) dan Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra Ir. Muh. Nur Munawar (Kiri) saat memimpin jalannya kegiatan rapat kampanye imunisasi Maesle Rubella, Selasa (23/7/2018). FOTO ERWIN
”benner