Bahas Usaha Walet, Komisi II DPRD Buol Raker Bersama BPPD

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Buol, Ahmad Andi Makka

BUOL, UTARAPOST.CO.ID – Komisi II DPRD Kabupaten Buol, menghadiri rapar kerja (Raker) bersama Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) membahas mengenai strategis pemasaran produksi sarang burung walet, Selasa (11/02/2020).

Raker bersama berlangsung dikantor BPPD itu, diikuti sejumlah Dinas teknis dilingkup Pemkab Buol. Diantaranya, Dinas Perizinan, Dinas Pertanian, Dinas PU, Inspektorat, Kesehatan, DLH dan Kejaksaan.

Muat Lebih

Ketua Komisi II DPRD Buol Ahmad Andi Makka, ditemui usai raker kepada utarapost.co.id menjelaskan kedepan setiap pengusaha sarang burung walet wajib memiliki IMB usaha dan harus tergabung dalam asosiasi pengusaha walet.

“Bagi pengusaha sarang burung walet yang tidak memenuhi syarat tersebut maka pengusaha bersangkutan sulit memasarkan produksi sarang waletnya kepada investor,”kata Andi Makka.

Ia menjelaskan, saat ini usaha sarang burung walet telah dilirik investor asal luar negeri diantaranya, China, Malaysia dan Australia. Untuk pemasaran sarang burung walet khusus di Sulawesi Tengah melalui satu pintu sentranya di Kabupaten Parigi Moutong.

Untuk menembus pasar ekspor inilah, kata politisi Gerindra itu, investor memberikan syarat bagi pengusaha walet harus memiliki diantaranya dua syarat tadi yaitu IMB dan tergabung dalam asosiasi.

“Maka raker tadi membahas soal itu agar supaya daerah bisa memberikan jaminan terhadap seluruh produk walet pengusaha di Buol terpasarkan,”ujarnya.

Lanjut Andi Makka, guna memastikan hal tersebut, komisi II menyarankan kepada seluruh peserta raker sebelum melakukan kebijakan strategis agar mensosialisasikan arah pemasaran produksi sarang burung walet kepada pengusaha.

“Kami juga dari komisi II berencana mengundang semua pengusaha walet raker bersama untuk mendorong pengusaha mempersiapkan semua persyaratan yang diinginkan oleh investor,”tandas Andi Makka.*

Reporter : Moh Syarif M Joesoef