BeKraf RI Sosialisasi Pentingnya Hak Kekayaan Intelektual

KET FOTO : Suasana kegiatan sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual yang digelar Badan Ekonomi Kreatif RI, Rabu 27 Juni 2018 di Ancyra Hotel Poso. FOTO : DOK HUMAS PEMKAB POSO

UTARA POST – Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) Republik Indonesia bekerjasama dengan LPPM dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta dan Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Poso menggelar sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi para pelaku ekonomi kreatif yang ada di Kabupaten Poso.

Kegiatan yang dilangsungkan selama sehari di Ancyra hotel Poso, Rabu 27 Juni 2018 tersebut dihadiri, sekira 70 pelaku ekonomi kreatf di daerah ini, dan dibuka Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri serta dihadiri sejumah pejabat dari Dinas Perdagangan, Koperasi UMKM Provinsi Sulawesi Tengah serta Dinas Perindagkop UMKM Kabupaten Poso.

Wakil Bupati Poso, Ir. T. Samsuri, dalam sambutannya mengatakan, pentingnya pelaku usaha mendaftarkan produksnya memperoleh merek, merek jasa, merek kolektif, merek dagang, hak cipta dan desain industri dengan syarat dan kriteria yang ada, menunjukan produk dan desain karya buatan sendiri dengan mengisi formulir yang disediakan.

Wakil Bupati juga memperkenalkan berbagai kekayaan yang ada di Kabupaten Poso yang bisa dijadikan peluang usaha.

Untuk menghindari penyimpangan kata Wabup Samsuri, perlunya seluruh produk dan mereka didaftarkan untuk memberikan label, sehingga produk yang dihasilkan masyarakat dapat berdaya saing dan mendapat pelrlindungan hukum.

Direktur Fasilitasi HKI Badan Ekonomi Kreatif RI, Dr. Ir. Robinson Sinaga mengapresiasi semangat dan antusias para pelaku ekonomi kreatif yang ada di daerah ini ,untuk mendaftarkan hak cipta dan merek dagang mereka serta produk lainnya. Hal itu mengingat pentingnya perlindungan hukum bagi kekayaan intelektual yang dimiliki para pelaku ekonomi kreatif.

“Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual bagi pelaku ekonomi kreatif di Poso ini, sepenuhnya ditanggung oleh pihak Bekraf RI, sebagai bentuk kepedulian dan hadirnya negara di tengah masyarakat khususnya bagi pelaku ekonomi kreatif yang ada di daerah sebagiamana amanat presiden RI, Joko Widodo,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua panitia Ir. Ari Wijayani, M.P selaku fasilitasi HKI LPPM dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta dalam laporannya menyebutkan, potensi ekonomi kreatif yang berada di Kabupaten Poso, sungguh luar biasa, seperti, potensi kayu hitam (eboni), makanan khas inuyu (nasi bambu), batik Poso yang merupakan batik bercorak khas Kabupaten Poso yang diprakarsai oleh pemerintah daerah dan lain sebagainya.

“Semua itu bisa didaftarkan secara langsung guna mendapatkan hak cipta,” ujarnya. RHMS

KET FOTO :
Suasana kegiatan sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual yang digelar Badan Ekonomi Kreatif RI, Rabu 27 Juni 2018 di Ancyra Hotel Poso. FOTO : DOK HUMAS PEMKAB POSO

 

”benner