Dana BOS Tak Cair, Sekolah Akui Lambat Masukan LPJ

Kepsek SMP Negeri 1 Bokat, Yusuf. FOTO : FIRMAN TAID
banner 468x60

BUOL, UTARAPOST.CO.ID– Pihak sekolah mengakui keterlambatan pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dikarenakan lambat memasukan Laporan pertanggung jawaban (LPJ), di Dinas Pendididkan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Buol.

Kepala Sekolah SMPN 1 Bokat, Yusuf membenarkan hal itu.

Muat Lebih

“Benar bahwa keterlambatan pencairan dana BOS karena kami dari sekolah lambat memasukan LPJ ke Dikbud. Pencairan dana BOS kali ini tidak seperti sebelumnya. Kalau sekarang di juknis sudah ada BPK, sehingga disetiap kegiatan disertakan dengan dokumentasi foto sebagai bukti bahwa kegiatan penggunaan dana BOS benar adanya,”  katanya saat ditemui, Rabu (30/10/2019) di ruang kerjanya.

Yusuf menjelaskan, keterlambatan itu dikarenakan beberapa kendala diantaranya pembayaran listrik lupa print out- nya diarsipkan, foto-foto kegiatan yang sudah dilakukan tidak sempat diambil dokumentasinya.

“Misalnya kegiatan anak-anak O2SN itu kita lupa ambil foto saat makan di rumah makan, di LPJ harus dilampirkan foto-foto itu sebagai bukti visual,” jelasnya

Selain itu kata Kepsek, keterlambatan pihak sekolah dalam menyusun LPJ dikarenakan, kurangnya sosialisasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan..

“Keterlambatan ini pun terjadi karena kurangnya dilakukan sosialisasi di sekolah. DI sekolah kami ini baru satu kali dilakukan sosialisasi di bulan September 2019,” akunya.

Meskipun kurangnya sosialisasi dilakukan kata Yusuf, tapi Alhamdulillah pencairan dana BOS TW satu dan TW dua di SMP Negeri 1 Bokat sudah dicairkan, dengan berbagai upaya yang lakukan bersama dewan guru yang ada di sekolah.

Yusuf menyebutkan, upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk memenuhi kekurangan dokumen, pihaknya terus berkoordinasi dengan dinas terkait.

“Salah satu upaya yang kami lakukan untuk melengkapi dokumen foto yang kurang, kami terus berkoordinasi dengan dinas terkait baik dari Inspektorat maupun Dikbud untuk mencarikan jalan keluar agar dana BOS bisa dicairkan. Maka berdasarkan petunjuk dari Dikbud soal kekurangan dokumen foto itu, dilakukan pengambilan foto kembali di rumah makan yang pernah disinggahi untuk makan,” terangnya

Reporter : Firman Taid

banner 300x250
banner 468x60