DIGUYUR HUJAN SELAMA 2 JAM, Tolitoli Kembali Dilanda Banjir Bandang

KET FOTO : Evakuasi warga korban banjr yang dilakukan anggota Polri yang bertugas di Polres Tolitoli di  Jalan Anoa, Kelurahan Tuweley Kecamatan Baolan, Mingu (3/6/2018).  FOTO : ERWIN TOLIS

TOLITOLI, UTARA POST – Hujan yang mengguyur Kota Tolitoli Kabupaten Toltoli selama kurang lebih 2 jam, mengakibatkan kota yang dijuluki Kota Cengkeh tersebut kembali dilanda banjir bandang, Minggu (3/6-2018) jam 17.30 wita.

Peristiwa serupa pernah terjadi setahun lalu, saat masyarakat di daerah ini sedang menjalankan ibadah Puasa Ramadhan.

Banjir yang terjadi di pusat ibukota Kabupaten Tolitoli ini terjadi dibeberapa titik di wilayah Kecamatan Baolan, sejak hujan deras dari jam 16.00 wita hingga jam 18.00 wita dan baru reda sekitar pukul 19.00 wita.

Lokasi terdampak banjir dan terbilang kondisinya parah yakni  Jalan  Anoa, Kelurahan Tuweley, Kecamatan Baolan, ketinggian air mencapai dada dewasa.  Jalan. Piring, Kelurahan. Panasakan, ketinggia air mencapai pinggang dewasa;  Aspol Panasakan Jl. Suprapto, Kelurahan Panasakan,ketinggian air mencapai lutut dewasa;  Jalan. Lanoni, Kelurahan  Baru, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa;  Bundaran Hotel Suryadi, Jl. Ahmad Yani, Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa ; Jalan. Samratulangi, Kelurahan  Tuweley, ketinggian air 30 cm ; serta tempat lainnya dalam kota Tolitoli yangketinggian air antara 30 centi meter hingga 50 centimeter.

KET FOTO :
Evakuasi warga korban banjr yang dilakukan anggota Polri yang bertugas di Polres Tolitoli di  Jalan Anoa, Kelurahan Tuweley Kecamatan Baolan, Mingu (3/6/2018).  FOTO : ERWIN TOLIS

 

 

 

Kapolres Tolitoli AKBP Iqbal Alqudusy, S.IK yang dihubungi mengatakan,  hingga malam ini banjir yang terjadi di beberapa titik sudah mulai surut.

“Banjir kali ini diakibatkan hujan deras yang mengguyur Kota Tolitoli intensitasnya cukup tinggi dan waktunya cukup lama, sehingga drainase yang ada tidak dapat menampung air yang turun dari gunung hingga meluap ke pemukiman warga,” ujarnya, saat dihubungi, MInggu (3/6/2018) malam.

Kapolres menambahkan, kondiis tersebut itu terjadi karena bertepatan dengan terjadinya air laut sedang mengalami pasang sehingga terjadi tabrakan air pasang dan air yang turun dari gunung. Daerah yang saat ini masih digenangi air dan sangat parah yakni Jalan. Anoa, jalan. Piring dan kampung kuda.

“Hingga saat ini  belum ada laporan yang masuk baik di Polres Tolitoli maupun Polsek Baolan soal adanyakorban jiwa akibat banjir bandang yang terjadi kali ini,” katanya.

Situasi saat ini masyarakat yang terdampak banjir sudah mulai membersihkan lumpur yang masuk di dalam rumah dan halaman rumah. Sedangkan air surut pada jam 19.30 wita. WIN

”benner