DPPPA Tolitoli Sosialisasi Pendampingan Korban Kekerasan dan Eksploitasi Anak

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra, Muh. Nur Munawar (Tengah) didampingi Kadis DPPPA Tolitoli, Leli Husan Bantilan dan Koordinator Pusat Penelitian Gender dan Anak LPPM Universitas Tadulako Palu Dr. Andi Fatmawati Saloko. FOTO IST
Asisten Sekretaris Daerah Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra, Muh. Nur Munawar (Tengah) didampingi Kadis DPPPA Tolitoli, Leli Husan Bantilan dan Koordinator Pusat Penelitian Gender dan Anak LPPM Universitas Tadulako Palu Dr. Andi Fatmawati Saloko. FOTO IST

TOLITOLI, UTARA POST  –  Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tolitoli melaksanakan sosialisasi pendampingan terhadap pengaduan korban kekerasan dan eksploitasi anak yang berlangsung di aula Hotel Dini Fitri Tolitoli Senin (9/7).

Kegiatan pendampingan ini dilakukan dengan tujuan agar masyarakat Tolitoli tahu bahwa ada hak-hak anak yang harus dijaga dan dilindungi, kekerasan dan Ekspoilitasi terhadap anak diberikan sanksi bagi pelaku kekerasan atau penganiayaan terhadap anak dibawah umur.

Kekerasan terhadap anak cenderung dilakuan oleh orang dewasa atau anak yang umurnya lebih tua, dengan menggunakan kekuasaan atau otoritas dirinya yang merasa hebat, sehingga anak dibawah umur dari mereka sampai yang tak berdaya, terkait dengan ini seharusnya ini menjadi tanggung jawab dari orangtua ataupun pengasuh anak.

Biasanya perlakuan kekerasan tersebut berakibat penderitaan bagi anak, bahkan bisa mengakibatkan cacat dan sampai berujung pada kematian. Sedangkan Eksploitasi terhadap anak sebagai bentuk pemanfaatan untuk keuntungan sendiri atau kelompok dengan memaksa atau mempekerjakan anak dibawah umur sehingga merugikan anak tersebut nantinya.

Ketua panitia kegiatan Neni Rosmiani dalam laporannya mengatakan, kegiatan sosialisasi terkait pendampingan terhadap anak. diikuti oleh 50 orang peserta yang terdiri dari kepala-kepala sekolah SD, SMP, dan SMA se Kecamatan Baolan, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan tokoh masyarakat yang ada di Kabupaten Tolitoli. kegiatan pendampingan kekerasan dan ekpoilitasi dengan narasumber dari Koordinator Pusat Penelitian Gender dan Anak LPPM Universitas Tadulako Palu Dr. Andi Fatmawati Saloko, dan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tolitoli Ipda. Andi Wibowo.

Bupati Tolitoli dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Sekretaris Daerah Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra, Muh. Nur Munawar mengatakan sosialisasi pendampingan penanganan korban kekerasan dan eksploitasi terhadap anak merupakan upaya meningkatan pemahaman dan pengetahuan bagi petugas pendamping dalam penanganan korban kekerasan dan eksploitasi terhadap anak kedepannya.

Anak adalah titipan dari tuhan dan mempunyai hak asasi yang harus dipenuhi, dijaga, dihargai, dan dilindungi. Anak juga merupakan tunas, potensi, bagi generasi penerus cita-cita bangsa yang memiliki peran penting dan strategis.

“Agar nantinya anak anak kita bisa menjadi manusia yang cakap bagi dirinya sebagai manusia dan sebagai pewaris bangsa kita yang memikul tanggung jawab besar kedepannya. Maka dari itu anak perlu mendapatkan kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal baik fisik, mental, maupun sosial,” ujarnya.

Dia mengatakan,  menjadi tanggung jawab semua pihak untuk mengimplementasikan perlindungan anak dalam aktivitas mereka sehari hari.

Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tolitoli Leli Husna Bantilan, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli, Hi. Indar Dg. Silasa, Direktur RSUD Mokopido Tolitoli, dr.Danial dan perwakilan dari Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Tolitoli.

Terkait dengan kegiatan pendampingan pengaduan kekerasan terhadap anak, diinformasikan pula bahwa saat ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tolitoli membuka Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) yang menerima pengaduan ataupun laporan jika terjadi kekerasan terhadap perempuan, anak dan eksploitasi terhadap anak. ERWIN

”benner