Dua Pemuda Morut Dituntut 7 Tahun Penjara

POSO, UTARA POST – Dua Pemuda Kelurahan Kolonodale Kecamatan Petasia Kabupaten Morowali Utara, yakni Reza Setiawan alias Reza dan Riswandi Febrian alias Ciwank, masing-masing dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Morowali, dengan pidana penjara selama 7 tahun 10 bulan dan 7 tahun 6 bulan dan denda sebesar Rp 1 miliar atau diganti dengan kurungan penjara selama 6 bulan.

Keduanya dituntut JPU dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negrei (PN) Poso, pekan lalu dalam dugaan kasus tindak pidana Narkotika.

JPU Kejari Morowali, Yulianto Alwi Latif, SH dan Achmad Arafat Arief Bulu, SH dalam tuntutannya yang dibacakan dihadapan majelis hakim, kedua terdakwa dan kuasa hukum terdakwa, Richardo Triprio Bungkundapu, SH menyatakan, setelah mendengarkan sejumlah keterangan saksi-saksi dalam persidangan dan barang bukti yang ditemukan pihak berwenang, kedua terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Dengan tanpa hak atau melawan hokum melakukan pemufakatan jahat menawarkan untuk dijual, menjual,membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika golongan I sebagimana yang didakwakan dalam dakwaan primair pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Yahun 2009 Tentang Narkotika Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Ri Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Kami selaku JPU dalam tuntutan kami meminta kepada majelis hakim yang memimpin persidangan agar menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa dengan pidana penjara selama tujuh tahun 10 bulan dan denda sebesar Rp. 1 Miliar atau diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan,” ujar JPU.

Mendengar tuntutan JPU tersebut, kedua terdakwa melalui Kuasa Hukumnya, Richardo Triprio Bungkundapu, SH akan melakukan pembelaan pada persidangan berikutnya.

Dalam persidangan tersebut, dihadirkan sejumlah barang bukti diantaranya satu paket narkotika golongan I jenis shabu seberat netto 0,7997 gram, satu buah telepon genggam dan barang bukti lainnya.

Setelah mendengarkan tuntutan JPU, Majelis Hakim yang dipimpin Achmad Y. Erria P, SH bersama dua hakim lainnya, menunda jalannya persidangan hingga sidang berikutnya untuk mendengarkan pembelaan kedua terdakwa. RHM.

”benner