Proyek Swakelola SDN 5 Tolitoli Disorot, Jaksa Mengaku Sudah Terima Laporan

Proyek Swakelola SDN 5 Tolitoli Disoroti, Jaksa Mengaku Sudah Terima Laporan

TOLITOLI, UTARA POST – Kejaksan Negeri Tolitoli melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Kusus (Kasi Pidsus), Rustam Efendi, SH mengaku pihaknya sudah menerima laporan pengaduan dari masyarakat terkait pelaksanaan proyek DAK swakelola SDN 5 Tolitoli.

Rustam mengungkapkan belum lama salah satu LSM penggiat anti korupsi Gerakan Anti Korupsi (Giak) Tolitoli, sudah melaporkan secara resmi tentang adanya dugaan penyimpangan pada pelaksanaan proyek yang berlokasi di Kompleks Perumas Kelurahan Baru itu. Namun pihaknya mengaku masih akan menentukan waktu yang pas untuk menindak lanjuti laporan tersebut.

“Laporannya sudah saya terima tinggal menunggu waktunya saja,” singkat Rustam saat ditemui wartawan, Kamis (5/01/2019).

FOTO : Kepala Seksi Tindak Pidana Kusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Tolitoli, Rustam Efendi, SH.

Sebelumnya diberitakan Pengerjaan proyek swakelola rehabiltasi Ruang Kelas Belajar (RKB) SDN 5 Kabupaten Tolitoli, mendapat sorotan. Pasalnya Proses pengelolaan proyek yang bersumber dari dana DAK tahun 2018 tersebut diduga syarat dengan penyimpangan aturan.

Dintaranya, pihak sekolah tidak membentuk panitia pelaksana swakelola sebagaimana yang diamanatkan Permendikbud nomor 8 tahun 2018 tentang petunjuk operasional DAK tahun 2018.

Bahkan dari hasil pantauan media di lapangan, Proyek yang bersumber dari dana  Tata Kelolah (Takola) Kemeterian Pendidikan Tahun 2018 itu ditengarai pengerjaannya dilaukan asal-asalan alias dikerjakan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Selain itu, proyek yang hingga saat ini proses pengerjaan belum rampung tersebut tampak tidak terpampang papan informasi kegiatan.

Ketua Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK) Tolitol Hendrik Lamo SH, kepada wartawan juga membenarkan terkait hal itu. Ia menjelaskan, terdapat tiga RKB terindkasi pengelolaannya dilaksanakan tidak sesuai dengan RAB.

Yang pertama kata Dia, item pekerjaan penimbunan ruang kelas, dalam petunjuk RAB, penimbunan seharusnya menggunakan sirtu, tetapi pada pelaksnaan pekerjaan mengunakan tanah timbunan biasa.

Kemudian kata Hendrik, kayu yang di gunakan pada bangunan proyek tersebut sebagian besar masih menggunakan kayu bekas.

“Pengerjaan RKB terindikasi tidak sesuai dengan RAB, misalnya pekerjaan timbunan, dengan masih sebagian besar gunakan kayu bekas,” ungkap Hendrik.

Kepala Sekolah SDN 5 Tolitoli, Hj. Roswati, ditemui Kamis (03/01/2019) mengaku proses pekerjan rehabilitasi tiga RKB dan satu ruangan untuk gudang dengan total nilai anggran Rp. 230 juta itu sudah hampir rampung.

“Sudah hampir rampung tinggal pemasangan jendela, pintu, peesteran dan pemasangan keramik yang masih sementara di kerja,” kata Kepsek.

 Kepsek beralasan sampai saat ini pihaknya belum memasang papan proyek, karena belum ada bahannya. Sebab kata Kepsek yang mencetak papan proyek adalah orang Dinas Pendidikan Tolitoli.

“Untuk papan proyek setiap kali kita ke Dinas tidak pernah ketemu dengan orang yang buat papan proyek,” Ungkapnya.

Dikonfirmasi terkait pekerjaan penimbunan yang seharusnya menggunakan bahan material sirtu, Kepsek beralasan  pihaknya sudah konsultasi dengan tim teknis dan Kepala Seksi SD di Dinas Pendidikan. Dan dari hasil konsultasi Ia mengaku di anjurkan menggunakan tanah timbunan dan diatasnya material sirt

“Saya sudah konsultasi dengan konsultan Takola, Risno, dan Kasi SD, petunjuknya mereka begitu,”kilahnya.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait Adendum RAB soal perubahan pekerjaan, Ia, menjelaskan sampai saat ini sudah di ajukan perubahan sama konsultan, namun sampai saat ini belum selesai.

“Sudah kita ajukan revisi RAB sama konsultan, cuma belum selesai,”kata Kepsek.

 Aco/UP

Baca Juga : Dinilai Sarat Pelanggaran, Proyek Swakelola SDN 5 Tolitoli Disorot

Baca Juga : Lakukan P4D, Kacabjari Tolut Undang Sejumlah Aparat Desa

”benner