Enam Pelaku Curanmor dan Pencuri Baterai Telkomsel Dibekuk

Kepala Bagian Operasi (Ops) Polres Poso, AKP Anton Mohammad dan Kasat Reskrim Polres Poso, AKP David Sianipar memberikan keterangan terkait dengan penangkapan enam pelaku pencurian di wilayah hukum Polres Poso, FOTO : IST

Kepala Bagian Operasi (Ops) Polres Poso, AKP Anton Mohammad dan Kasat Reskrim Polres Poso, AKP David Sianipar memberikan keterangan terkait dengan penangkapan enam pelaku pencurian di wilayah hukum Polres Poso, FOTO : IST
POSO, UTARA POST- Enam pelaku pencurian di wilayah kabupaten Poso berhasil dibekuk pihak Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Poso. Enam pelaku itu terdiri dari empat orang pelaku pencurian sepeda motor dan dua pelaku pencurian baterei CDC dari tower BTS Telkomsel di wilayah Pamona Tenggara.

Sejumlah pemuda yang berasal dari berbagai tempat di kota Poso ini di ringkus satuan Reserse Kriminal Polres Poso atas dugaan keterlibatan mereka dalam serangkaian kasus kriminal pencurian sepeda motor dan baterai CDC no seri A 600 Solar/A 601/960 milik towerTelkomsel.

Kepala Bagian Operasi Polres Poso, AKP Anton Muhammad dalam konferensi pers mengatakan, dari ke empat pelaku curanmor petugas mengamankan 5 unit sepeda motor dari dua peristiwa pencurian berbeda di tahun 2017 dan 2018.

Para pelaku curanmor yakni LP, HD, ME AHR melakukan pencurian di wilayah Kecamatan Poso Kota dan Kecamatan Lore Utara.

Sementara untuk pencurian baterai CDC di Tower BTS Telkomsel pada April 2018, petugas menangkap 2 pelaku yakni HB dan HSM yang mencuri baterai di wilayah Desa Korobono, Kecamatan Pamona Tenggara. Sementara pelaku lainnya berinisial L masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

” Empat Pelaku curanmor kami sudah tangkap dan dua pelaku pencurian baterai juga kami tangkap. satu orang pelaku masih buron,” kata Anton, Rabu (25/4/2018)..

Kasat Reskrim Polres Poso, AKP David Sianipar mengatakan, jika ke enam pelaku dari 3 kasus berbeda itu terancam hukuman 7 tahun penjara. Sejauh ini motif dari pelaku yang masih berusia muda itu adalah untuk mendapatkan keuntungan ekonomi dari barang-barang yang dicuri.

“Kami saat ini masih mendalami kemana barang-barang itu akan di jual pelaku,” ucap David.

David menyampaikan, barang bukti yang diamankan Polisi yakni berupa 4 buah baterai CDC, serta satu unit mobil yang digunakan pelaku untuk mengangkut barang curian itu. Baterai CDC diketahui berharga sekitar 15 juta rupiah.

“Sementara salah seorang pelaku HB sendiri diketahui adalah bekas karyawan Telkomsel yang memiliki pengetahuan teknis sehingga mengetahui cara membongkar baterai itu,” tutur kasat David.

Ke enam pelaku pencurian curanmor dan baterai tersebut diancam dengan pasal 363 ayat 1 ke 4 KHUP dengan ancaman 7 tahun penjara. (VJR)

”benner