Ganti Rugi Lahan Belum Dibayar, Proyek Irigasi Ratusan Miliar di Salugan Terancam Batal  

Kegiatan PT Brantas Abipraya dalam pembuatan beton precast di kantor Direksi Kit.
TOLITOLI, UTARA POST – Proyek irigasi dari Kementerian Pekerjaan Umun dan Sumber Daya Air yang dikelola satuan kerja pelaksana jaringan pemanfataan air di Kecamatan Lampasio Kabupaten Tolitoli, dengan nilai anggaran Rp 212.300.000.000, yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2017-2020, terancam batal dikerjakan.
Pekerjaan  dengan nomor Kontrak 03/SP/PPK-IRWAI/SATKER-PJPA-WS.PL.PP.KK/2017 yang dikerjakan oleh PT. Brantas Abipraya, hingga kini proges pekerjaannya masih nol persen. Hal ini disebabkan,  karena ganti rugi lahan milik masyarakat belum final dilakukan oleh Pemda Tolitoli,
Kepala Desa Salugan, Sukirman saat ditemui dikediamnnya mengaku,  hingga saat ini  pihak perusahaan belum bisa melakukan pekerjaan di lokasi untuk pembangunan bendungan, karena pembebasan dan ganti rugi lahan yang belum dibayarkan kepada masyarakat yang tanahnya terkena pekerjaan lokasi irigasi.
“Kesepakatan yang dilakukan seharusnya sudah selesai dalam proses ganti rugi sejak awal tahun 2018. Sampai saat ini belum satu pun warga yang menerima pembayaran ganti rugi lahan yang telah dijanji kan oleh pemda melalui rapat, pertemuan, dan kesepakatan di kantor kecamatan.” tutur Sukirman, (16/7/2018) lalu.
Kegiatan PT Brantas Abipraya dalam pembuatan beton precast di kantor Direksi Kit.
Sementara itu pihak PT. Brantas Abipraya yang diwakili JS Perusahaan, Faruk N di kantornya membenarkan, pekerjaan irigasi sampai saat ini belum bisa dikerjakan, karena masih terkendala dengan pembebasan lahan serta ganti rugi rugi lahan belum dilakukan pihak terkait.
“Selama beberapa bulan terakhir kami dari pihak perusahaan hanya melakukakan pekerjaan di kantor saja.  Kami hanya melakukan pekerjaan mencetak beton precast, persiapan untuk kedepannya jika ganti rugi lahan sudah selesai dilakukan. Jika anggaran ini batal jelas yang paling rugi adalah Kabupaten Tolitoli,” tegas Faruk . ***