GenPI Sulteng Gelar Bincang Pariwisata Kreatif

Hardianto Rasyid Owner Taipa Beach (kemeja putih) saat memaparkan pandangan terkait pariwisata Kota Palu, pada acara Bincang Pariwisata yang digelar GenPI Sulteng, Sabtu (19/10/2019) di Palu. Foto : Yahya Afrianto

Hardianto Rasyid Owner Taipa Beach (kemeja putih) saat memaparkan pandangan terkait pariwisata Kota Palu, pada acara Bincang Pariwisata yang digelar GenPI Sulteng, Sabtu (19/10/2019) di Palu. Foto : YAHYA AFRIANTO

PALU, UTARAPOST.CO.ID – Milenial pariwisata, yang tergabung dalam Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Sulawesi Tengah (Sulteng), menggelar bincang pariwisata, Sabtu (19/10/2019) malam.

Muat Lebih

Kegiatan yang berlangsung di MR DAV Palu, jalan Katamso nomor 01, itu dihadiri puluhan remaja serta mahasiswa yang tertarik akan pesona pariwisata.

Bincang Pariwisata malam itu diawali dengan pemberian pandangan dari beberapa tokoh pariwisata provinsi seperti Gio Mandike Ketua Umum GenPI Sulteng, Suzana Dorothea Dera Ketua Harian GenPI Sulteng, Hardianto Rasyid Owner Taipa Beach Palu dan Muh Fadly Putra Pariwisata Nusantara 2019.

Hardianto Rasyid Owner Taipa Beach Palu mengatakan, untuk menciptakan pariwisata yang handal itu tidak melihat pada satu sisi saja tapi pariwisata itu adalah salah satu intetitas, satu kesatuan yang menyeluruh dari semua media yang dimiliki.

“Oleh karena itu kalau kita berbicara sabta pesona pasti kita berbicara kenyamanan, keindahan dan kebersihan artinya semua harus indah semuanya harus gagah,”terangnya.

Sementara itu,  Putra Pariwisata Nusantara 2019, Muh Fadly mengatakan, menjadi generasi milenial duta pariwisata haruslah memiliki tanggung jawab. Meski berat namun konsekwensi sebuah kesuksesan hal itu diperlukan dan sangat dibutuhkan.

“Tantangan kita adalah wisata buatan yang membuat kita supaya berkembang, orang hadir ke Palu biasanya hanya berkunjung untuk rapat, pertemuan dan ikut kegiatan-kegiatan regional,”ujarnya.

Fadly juga menyampaikan, kunci kesuksesan menuju Palu menjadi kota pariwisata adalah para generasi milenial harus mampu memberikan konstribusi menciptakan pariwisata kreatif dan belajar berkolaborasi sehingga pariwisata Sulteng semakin dikenal luas.

“Mungkin dengan wisata-wisata yang kita buat dan teman-teman sebagai pariwisata bisa bersama-sama pemerintah untuk membuat pariwisata ini mengema dimulai dengan hal-hal kecil,”tutup Fadly.*

Reporter : Yahya Afriyanto

”benner