GP Ansor Buol Gelar Tadarus Kebangsaan dan Buka Puasa Bersama

UTARA POST – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Buol menggelar Tadarus Kebangsaan dan Buka Puasa Bersama. Kegiatan tersebut dilangsungkan di Masjid Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol, Kelurahan Leok II Kecamatan Biau, Rabu (6 Juni 2018 lalu.

Pada kesempatan itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol KH.Najamudin Baropo membawakan Tauziah Kebangsaannya. Dalam tauziahnya, KH. Najamudin Baropo menyebutkan, Al-Qur’an dalam nilai kebangsaannya yaitu menghargai dan menghormati orang lain.

Muat Lebih

“Islam ini sangat peduli dengan namanya HAM hak asasi manusia, jangankan manusia,sedangkan mahluk lain pun dihargai. jadi tidak ada kata perbedaan seperti ketika kita berbangsa dan bernegara,” ujarnya dihadapan majelis tauziah yang hadir.

Dia mencontohkan rasulullah Muhammad SAW  tinggal di sekitar para kaum yahudi, Rasul sangat menghargai perbedaan itu. Olehnya janganlah merendahkan harkat dan martabat orang lain.

Jadi itulah dasar kita jangan merendahkan Harkat dan martabat orang lain. Sehingga sebagai umat islam nusantara, Umat Nahdiyin yang harus menjunjung tinggi perbedaan, sesuai amanah Pancasila. makannya kejadian bom bunuh diri yang akhir-akhir terjadi adalah tindakan terkutuk di mata Islam Nusantara.

“Islam lebih menegaskan tentang persatuan dan kesatuan,” paparnya.

Suasana kegiatan Tauziah Kebangsaan dan Buka Puasa Bersama yng diselengarakan GP Ansor Kabupaten Buol, Rabu 6 Juni 2018 di Masjid Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol. FOTO : IST

Sementara itu salah satu pengurus Nahdlatul Ulama Kabupaten Buol Nurhairil mengatakan, menjadi warga NU itu tidak cukup hanya menjaga tradisi ziarah kubur melaksanakan salawat, sikiran dan tarawih 20 rakaat. Namun ada empat amaliyah, yang harus dipahami untuk benar-benar menjadi warga Nahdiyin yang sesungguhnya yakni ahli sunnah wal jamaah (aswaja), menjaga syariat islam yang berkulturasi dengan negara dan bangsa, memiliki pemikiran tsamu, karena ciri khas warga Nahdiyin adalah tiga  tawasun yakni seimbang,  taadul dan haroka.

“Gerakan NU tidak boleh melakukan gerakan-gerakan yang membid’ah-bid’ahkan orang dan mengatakan negara tohogut. Karena komitmen kita terhadap NKRI adalah harga mati, dan kita adalah garda terdepan menjaga NKRI,” katanya.

Dia menjelaskan, Warga NU harus siap membentengi negara dan masyarakat dari aksi-aksi radikalisme,membentengi gerakan-gerakan radikalisme yang merujuk kepada tindakan terorisme agar seluruh elemen di Kabupaten Buol tidak terpapar aliran ini.

“Sebab Hubulwathan minal Iman,Cinta tanah air bagian dari iman,” tandasnya. RC

 

”benner