Komisi III DPRD Buol Warning Dinas Teknis Soal Proyek

Ketua Komisi III DPRD Buol, Bahri Asiki Foto : Moh Syarif M Joesoef

BUOL,UTARAPOST.CO.ID – DPRD Kabupaten Buol, mengingatkan OPD yang menjadi mitra kerja Komisi III dan kontraktor agar dapat menyelesaikan proyek tepat waktu. Warning diberikan menyusul sejumlah kegiatan fisik tahun 2019 molor hingga tahun 2020 ini.

Penegasan itu disampaikan ketua Komisi III DPRD Buol Bahri Asiki, ditemui utarapost.co.id, Jum’at (24/01/2020) diruang kerjanya.

Muat Lebih

Bahri menyebutkan, sikap komisi III sebab dari hasil monitoring lapangan serta rapat kerja bersama Dinas teknis (PU) fakta realisasi kegiatan fisik tahun 2019 dengan nilai miliaran rupiah banyak yang tidak selesai sesuai jadwal dalam kontrak kerja.

Ia mengatakan meski berdasarkan klarifikasi dalam rapat kerja Dinas teknis menjelaskan pekerjaan yang tidak rampung tepat waktu sesuai aturan ada penambahan waktu 50 hari (full cover). Namun komisi III lebih melihat dari sisi pengawasan kebijakan anggaran.

“Dalam rapat kerja Dinas teknis berasumsi pekerjaan tidak selesai karena waktu dan keterlambatan tender sehingga kita mendesak untuk tender 2020 dilaksanakan lebih awal sehingga tidak ada lagi alasan,”terangnya.

Desakan melakukan proses tender lebih awal kata Bahri, untuk mencegah tidak terulang kembali pelaksanaan pekerjaan tahun 2020 bisa diselesaikan tepat waktu.

“Kita juga memberikan warning bagi perusahaan yang tidak menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, meski ada aturan penambahan waktu. Jangan full cover jadikan tameng kemudian lalai menyelesaikan kewajiban,”terangnya.

Lanjut politisi partai Nasdem itu menuturkan, hasil monitoring lapangan komisi tiga menemukan sejumlah proyek tahun 2019 yang tidak rampung diantaranya, pekerjaan trotoar badan jalan kompleks perkantoran.

Kemudian, Puskesmas Desa Molangato, Puskesmas Kecamatan Bokat dan pekerjaan ruas jalan kilometer 16.

“Kita juga mendesak Dinas PU agar pekerjaan tahun 2019 yang belum rampung segerah diselesaikan. Termasuk bagi rekanan yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaan beri sanksi,”tandasnya.***

Reporter : Moh Syarif M Joesoef