LMND Nilai Pemkab Buol Tidak Serius Urus Pendidikan

Ketua LMND Buol Wildan Foto : IST

BUOL,UTARAPOST.CO.ID – Ketua Liga Mahasiswa Nasional Demokrat (LMND) Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Wildan, menilai Pemkab Buol, tidak serius mengurus pendidikan. Hal itu terlihat dengan tidak tersediannya akses pendidikan khususnya perguruan tinggi di daerah ini.

“Ditariknya KBM STIE Buol ke Tolitoli merupakan cambuk keras bagi pemerintah, yang sampai hari ini tidak menjamin kepastian pendidikan bagi calon mahasiswa dan yang berstatus mahasiswa saat ini,”ujar Wildan, kepada utarapost.co.id, Jum’at (30/01/2020).

Muat Lebih

Apalagi, kata Wildan. Hal tersebut bukan kali pertama terjadi di Kabupaten Buol. Semestinya Buol sudah memiliki perguruan tingggi sendiri sehingga tidak selalu bergantung pada daerah lainnya yang akhirnya mahasiswa seperti digantung nasibnya oleh pihak swasta.

“Pemerintah Kabupaten Buol harus segera membangun perguruan tinggi untuk memberikan kepastian akses pendidikan bagi generasi muda daerah,”ujarnya.

Ia menambahkan, mendesaknya perguruan tinggi sendiri di Kabupaten Buol, mengingat kemampuan ekonomi masyarakat yang sebagian besar masih belum sepenuhnya mampu kuliah diluar daerah.

Wildan mencontohkan mahasiswa yang saat ini tengah menempuh kuliah di STIE kampus Buol yang notabene perguruan cabang dari YPP STIE Mujahidin Kabupaten Tolitoli.

Hal ini disebabkan karena Pemkab Buol tidak menyediakan akses pendidikan perguran tinggi di daerah seperti universitas atau yayasan milik pemda.

“Mahalnya biaya kuliah merupakan hasil dari Liberalisasi yang memprivatisasi dan mengkomersialisasikan dunia pendidikan sehingga sangat sulit untuk mengakses pendidikan khususnya perguruan tinggi,”sambungnya.

Lanjut Wildan, tidak seriusnya pemerintah setempat mengurus pendidikan terlihat dengan tidak ada program pendidikan wajib belajar 12 tahun hingga perguruan tinggi secara gratis.

“Selain memastikan akses pendidikan perguruan tinggi, pemerintah juga harus memprogramkan Pendidikan dari tingkat SD, SMP, SMA/Sederajat dan perguruan tinggi secara gratis, Ilmiah dan Demokratis,”tutupnya.*

Reporter : Firman Taid