Masa Kontrak Habis, Pekerjaan Proyek Pedestrian Rp.7,9 Miliar Masih Berlanjut

Pelaksanaan proyek Saluran Pengendalian Banjir Pedistrian Jalan Batalipu, Kelurahan Leok II, Kabupaten Buol, tahun anggaran 2019 hingga kini masih terus dikerjakan. Seolah tak perduli dengan keterlambatan waktu, pihak kontraktor PT. Putra Fayad Mandiri tetap saja santai dalam menyelesaikan pekerjaan. Tampak pekerja hanya menggunakan cara manual mencampur material, Rabu (11/03/2020). FOTO : Firman Taid/UP

BUOL, UTARAPOST.CO.ID – Pelaksanaan proyek Saluran Pengendalian Banjir Pedistrian Jalan Batalipu, Kelurahan Leok II, Kabupaten Buol, tahun anggaran 2019 hingga kini masih terus dikerjakan, Rabu (11/03/2020), sejumlah pekerja masih terlihat melakukan aktifitas pekerjaan.

Padahal jika melihat masa kontrak kerja bernomor 611/17.a.06/SPK/PPK/SDA-PUPR/2019, selama 120 hari kalender, proyek seharusnya selesai dikerjakan pada 29 Desember 2019 dan bukan kategori multi year.

Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp.7,927,212.900 ini dikerjakan oleh PT. Putra Fayad Mandiri, dengan menggunakan sumber dana DAK tahun 2019. Dimulai pekerjaan sesuai tertera dalam kontrak yaitu pada 29 Agustus 2019.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Mustapa Kamal, ditemui utarapost.co.id, diruang kerjanya beralasan bahwa perpanjangan masa kontrak kerja berdasarkan dua peraturan. Penambahan masa kerja (full cover) pertama 50 hari dasarnya adalah Pepres 16 tahun 2018.

Sedangkan perpanjangan masa kerja kedua, selama 40 hari berdasarkan Kemenkeu nomor 243 tahun 2015. Artinya, dari dua kali masa perpanjangan kontrak kerja, PPK menerapkan dua aturan berbeda.

Dengan itu Mustapa berdalih dalam Kemenkeu dijelaskan penambahan masa kerja dilakukan sampai dengan 90 hari. Jika 50 hari pertama pekerjaan tidak selesai maka dapat diperpanjang selama 40 hari.

“Dengan penilaian rekanan bisa selesaikan, kemudian ada pernyataan rekanan bahwa dia sanggup untuk menyelesaikan dengan konsekwensi denda berapapun yang kita kenakan rekanan siap membayar,”Kilahnya.

Terkait progres pekerjaan kata Mustapa, sampai dengan saat ini, Rabu (11/03/2020), sudah mencapai 90 persen dan tinggal menyelesaikan pemasangan tehel lantai. Ia juga mengaku telah mengundang rekanan untuk memacu pekerjaan di sisa waktu tinggal beberapa hari kedepan.

Selain itu, dirinya juga menyampaikan apresiasinya terhadap upaya pihak kepolisian dalam hal pengawasan pelaksanaan pengerjaan proyek di Daerah itu.

“Saya pikir ada baiknya supaya baik kita dari Dinas serta rekanan lebih berhati-hati terhadap pelaksanaan pekerjaan, begitu juga rekanan ada perhatian supaya melakukan pekerjaan sesuai proses yang sudah diatur dan tepat waktu,”pungkasnya.*

Reporter : Moh Syarif M Joesoef