MBF Ke VIII, Kaum Milenial Kolaborasi Dengan Kaum Tua Dalam Kreativitas Jepeng Gambus dan Rebana

Penampilan satu peserta kreativitas Gambus Jepeng di panggung Mokoanga Buol Festival ke VIII, Senin (14/10/2019) malam, di Arena STQ Kabupaten Buol di Kelurahan Leok II Kecamatan Biau. FOTO : RAHMAN

Penampilan satu peserta kreativitas Gambus Jepeng di panggung Mokoanga Buol Festival ke VIII, Senin (14/10/2019) malam, di Arena STQ Kabupaten Buol di Kelurahan Leok II Kecamatan Biau. FOTO : RAHMAN

BUOL, UTARAPOST.CO.ID – Mokoanga (Pesona) Buol Festival (MBF) ke VIII atau Festival Pesona Buol  yang digelar Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Buol, menjadi ajang kolaborasi kaum milenial dengan kaum tua dalam kreativitas jepeng gambus dan Rebana.

Muat Lebih

Malam ketiga Mokoanga Buol Festival ke VIII yang digelar Senin  (14/10/2019) malam menampilkan puluhan peserta kreativitas Gambus Jepeng dan kreativitas Rebana dari sebelas kecamatan se Kabupaten Buol, untuk meramaikan HUT Ke 20 Kabupaten Buol Tahun 2019.

Kegiatan  bertema “ Melestarikan Warisan Leluhur” tersebut pada malam ketiga masih dipadati pengunjung dari sebelas kecamatan di Buol digelar, di Arena Eks STQ Kelurahan Leok II Kecamatan Biau Kabupaten Buol.

Penonton memadati arena Mokoanga Buol Festival ke VIII, Senin (14/10/2019) malam, di Arena STQ Kabupaten Buol di Kelurahan Leok II Kecamatan Biau, untuk menyaksikan penampilan kreativitas Gambus Jepeng dan Rebana dari sebelas kecamatan di Kabupaten Buol. FOTO : RAHMAN

Riuh dukungan dari penonton terhadap peserta yang tampil  di main stage (panggung utama) Gelaran Mokoanga Buol Festival ke VIII ini, menunjukan apresiasi warga di Bumi Pogogul julukan bagi Kabupaten Buol terhadap perkembangan seni budaya di daerah ini.

Kolaborasi antara kaum milenial dan kaum di atas panggung utama kegiatan seni budaya dan pariwisata di Buol ini menjadi pemandangan menarik bagi penonton. Kaum milenial dan kaum tua kompak memainkan perannya dalam perpaduan musik dan gerak di kreativitas Gambus Jepeng dan kreativitas Rebana.

Ruang kreatif yang ditampilkan para duta seni gambus jepeng dn Rebana ini membuktikan akan budaya di tengah modernisasi masih terjaga dengan baik oleh masyarakat di daerah ini.

Setiap kontingen kecamatan yang tampil di panggung, secara apik memainkan alat musik Rebana, gendang dan gimbe serta  petikan alat gambus yang dimainkan kaum tua serta gerak jepeng yang perankan oleh kaum milenial menjadi daya tarik sendiri dan perhelatan kesenian tradisional tersebut.

Penonton yang juga berasal kaum tua dan milenial seperti terhipnotis menyaksikan setiap penampilan kontingen.

Fadli warga Kelurahan Leok mengaku senang menyaksikan kegiatan kreativitas gambus jepeng dan gambus ini merupakan salah satu dari kebudayaan yang ada di Kabupaten Buol.

” Para pelaku seni dan budayawan sudah menampilkan yang terbaik untuk kebudayaan yang ada di Kabupaten Buol ini. Dengan adanya kegiatan Festival Pesona Buol menjadi ajang bahwa seni dan budaya di Buol masih tetap dipertahankan sebagai salah satu sarana hiburan dan khas daerah ini, ” ujarnya.

Penampilan satu peserta kreativitas Rebana di panggung Mokoanga Buol Festival ke VIII, Senin (14/10/2019) malam, di Arena STQ Kabupaten Buol di Kelurahan Leok II Kecamatan Biau. FOTO : RAHMAN

Sebelumnya Kadis Pemuda Olahraga dan Pariwisata menyebutkan, kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan wawasan seni budaya untuk pengembangan seni budaya kedepan dan dapat mendorong pertumbuhan perekonomian di daerah serta ajang promosi pariwisata dan pengembangan atau pelestarian seni budaya tradisional di Kabupaten Buol.

” Kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk mempromosikan potensi seni, budaya dan pariwisata yang dimiliki Kabupaten Buol, sehingga kedepannya seluruh potensi pariwisata di daerah ini  dapat menjadi destinasi wisata yang layak dikunjungi oleh wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara,” kata Tonang Malongi disela-sela kegiatan Mokoanga Buol Festival Buol.

Pada acara itu sejumlah seniman dan kurator seni dari Kota Palu juga hadir dalam kegiatan itu sebagai tim pengamat dan dewan juri serta ikut hadir dalam kegiatan itu perwakilan Taman Mini Indonesia (TMII) Jakarta.

Reporter : Rahman

”benner