Melalui TMMD ke 102, TNI Jadikan Kawasan 1000 Megalith seperti “Surga”

Dandim 1307 Poso, Letkol.Inf. Dody Triyo Hadi (kedua dari kanan) bersama Wakil Bupati Poso, Samsuri, anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Sulteng, Wiwiet Kurniawati (kiri) dan sejumlah perwira dari Korem 132 Tadulako, dan anggota DPRD Kabupaten Poso dan perwakilan OPD di Kabupaten Poso, saat mengunjungi salah satu Situs Cagar Budaya Megalith Pokekea di kawasan Kecamatan Lore Tengah, usai pembukaan kegiatan TMMD ke 102 tahun 2018 di Desa Doda, Selasa (10/7/2018) lalu. FOTO : DOK PEMKAB POSO

POSO, UTARA POST – Kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 102 tahun 2018 yang dilaksanakan Komando Distrik Militer (Kodim) 1307 Poso, di Desa Doda Kecamatan Lore Tengah, akan menjadikan kawasan 1000 megalith seperti “surga” bagi pelancong.

Salah satu kawasan situs cagar budaya megalith yang menjadi perhatian TNI dalam kegiatan TMMD ke 102 tahun 2018 ini yakni mengerjakan akses jalan ke situs cagar budaya megalith Patung Tadulako yang berada di Desa Doda, yang selama ini untuk dikunjungi harus ditempuh dengan jalan kaki.

Dandim 1307 Poso, Letkol.Inf. Dody Triyo Hadi (kedua dari kanan) bersama Wakil Bupati Poso, Samsuri, anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Sulteng, Wiwiet Kurniawati (kiri) dan sejumlah perwira dari Korem 132 Tadulako, dan anggota DPRD Kabupaten Poso dan perwakilan OPD di Kabupaten Poso, saat mengunjungi salah satu Situs Cagar Budaya Megalith Pokekea di kawasan Kecamatan Lore Tengah, usai pembukaan kegiatan TMMD ke 102 tahun 2018 di Desa Doda, Selasa (10/7/2018) lalu. FOTO : DOK PEMKAB POSO

“Kita upayakan tempat ini bisa menjadi “surga” bagi wisatawan yang mengunjungi tempat ini, sehingga bisa melihat dengan jelas keberadaan megalith Patung Tadulako, sebagai sebuah anugerah terindah yang dimiliki wilayah Lembah Besoa,” kata Dandim 1307 Poso baru-baru ini.

Dandim menyebutkan, kegiatan yang dilakukan TNI di lokasi megalith patung Tadulako salah satu situs cagar budaya yang ada di wilayah tersebut, yakni pekerjaan timbunan pilihan atau sirtu jalan.

Menurutnya, di daerah ini banyak patung megalith peninggalan pra sejarah yang jumlahnya mencapai 100 lebih dan membutuhkan perhatan, karena situs cagar budaya megalith ini sudah cukup dikenal di belahan dunia.

Masyarakat Kecamatan Lore Tengah khususnya Desa Doda dengan menggunakan pakaian adat saat memberikan buah-buahan segar dari hasil kebun mereka kepada peserta dan undangan yang hadir di pembukaan kegiatan TMMD ke 102 tahun 2018 di Desa Doda, Selasa (10/7/2018)) lalu. FOTO : IST

Dody menyebutkan, selama ini akses ke lokasi patung-patung peninggalan pra sejarah itu, agak sulit aksesnya, sehingga salah satu program yang akan dilakukan di TMMD ke 102, yakni membuka akses jalan ke situs pra sejarah tersebut.

Dody mengatakan, pihak TNi ingin ikut menjaga dan melestarikan keberadaan situs-situs peninggalan pra sejarah yang ada di Kecamatan Lore Tengah ini, tersebut, sebagai bukti kecintaan TNi kepada sejarah dan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia khususnya yang ada di Lembah Besoa Kabupaten Poso.

Dandim berharap, dengan baiknya akses jalan menuju Lore khusunya ke lokasi keberadaa situs pra sejarah, wisatawan baik domestik maupun mancanegara, dapat dengan mudah melihat dan menikmati keberadaan situs pra sejarah yang hanya ada satu-satunya di Sulawesi Tengah serta ikut memelihara, menjaga dan melestarikan cagar budaya bangsa sebagai aset terbesar di daerah ini.

“Kami ingin agar semua orang dapat mengkases keberadaan situs-situs pra sejarah yang ada di lembah Lore dengan mudah, salah satunya dengan baiknya infrastruktur jalan menuju lokasi situs,” tandasnya. RAHMAN

”benner