Pasca Diresmikan, Rusunawa ASN Di Buol Belum Berpenghuni

Bangunan Rusunawa untuk ASN berpenghasilan rendah yang ada di Kelurahan Kali tepatnya dibelakang Lapas Kelas III Leok. FOTO: Moh.Syarif M Joesoef

BUOL, UTARAPOST.CO.ID – Pasca diresmikan okeh Bupati Buol, Amirudin Rauf pada HUTDA ke 20, Rumah susun sederhana  sewa (Rusunawa) yang diperuntukan bagi Aparat Sipil Negara (ASN) berpenghasilan rendah, hingga kini Rusunawa tersebut belum berpenghuni.

Pantauan media ini di lokasi Rusunawa, jalan masuk menuju ke lokasi Rusunawa di halau dengan pintu darurat yang terbuat dari kayu. Bahkan lokasi disekitar Rusunawa  masih terdapat alat berat milik kontraktor yang mengerjakan pembangunan rusunawa tersebut.

Muat Lebih

Alhasil, bangunan yang danai miliaran rupiah dari Pemerintah Pusat tersebut terkesan tak mendapat perawatan.

Bangunan yang berada Kelurahan Kali Kecamatan Biau ini atau tepatnya di belakang Lapas kelas III Leok,  jika dibiarkan tak berpenghuni dan tak mendapat perawatan dari instansi teknis, akan berdampak pada kondisi bangunan.

Sementara itu Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Buol, Aryan Gafur memastikan, rusunawa untuk ASN tersebut  akan segera diisi oleh ASN berpenghasilan rendah dan belum memiliki rumah sendiri .

Dia mengaku, saat ini pihaknya masih sementara melakukan penerimaan pendaftaran bagi pegawai yang berminat menyewa rusunawa tererbut.

“Insya Allah awal tahun depan sudah akan ditempati ASN yang memenuhi syarat penghunian,sesuai aturan yang berlaku yaitu ASN yg berpenghasilan rendah yang belum memiliki rumah sendiri,” ujarnya, Selasa (26/11/2019) saat ditemui di kantornya.

Dia menyebutkan,  saat ini ada beberapa orang yang telah mendaftar untuk menghuni Rudunawa tersebut.

Dia  menjelaskan, pada rusunawa tersebut terdapat 42 unit hunian kamar yang dilengkapi sejumlah sarana seperti dua kamar tidur, dapur dan kamar mandi serta ruang keluarga.

“Kita akan melakukan verifikasi terlebih dahulu kepada pendaftar dan calon penghuni rusunawa, setelah sudah lengkap semua baru dibuka,” ujarnya.

Aryan memastikan, para pemohon atau calon penghuni yang memenuhi syarat dapat menghuni rusunawa tersebut.

Dia menjelaskan, adapun yang menjadi syarat utama bagi ASN untuk menghuni  Rusunawa yakni Fotokopi KTP, Fotokopi  Kartu pegawai, Fotokopi SK CPNS/ SK PNS, Fotokopi SK Pangkat terakhir, Fotokopi KK dan Surat Keterangan belum memiliki rumah dari Kelutahan atau desa tempat domisili asal serta Surat rekomendasi dari atasan tempat bekerja (OPD).

” Untuk biaya sewa bervariasi tergantung memilih sewa dilantai berapa. Untuk lantai 1 biaya sewa 300 ribu perbulan, lantai 2 biaya sewa 275 ribu petbulan, lantai 3 biaya sewa 250 ribu perbulan,” paparnya.

Aryan menegaskan, rusunawa   tidak dapat dimiliki, hanya boleh ditempati dengan status sewa.

“ASN juga bisa menempati rusunawa dengan sistem kontrak pertahun, sesuai kesepakatan dalam kontrak,” tandasnya.

Dia menambahkan, perawatan dan pemeliharaan rusunawa tetap dilakukan baik di dalam rusunawa serta disekitarnya untuk menjaga kebersihan tempat tererbut.

Reporter : Moh.Syarif M Joesoef/Rahman