Pelaksanaan TMMD 102 di Lore,  Dandim : Poso Aman untuk Dikunjungi

KET FOTO : Dandim 1307 Poso Letkol Inf. Dody Triyo Hadi selaku Komandan Satuan Tugas (satgas) TMMD ke 102 tahun 2018, sedang menjelaskan soal rencana kegiatan kepada sejumlah wartawan, Jumat (6/7/2017) di Kodim 1307 Poso. FOTO : RAHMAN

POSO, UTARA POST  – Pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 102 tahun 2018 di Desa Doda Kecamatan Lore Tengah, yang akan berlangsung dari 10 Juli hingga 15 Agustus 2018 mendatang, salah satunya bertujuan untuk mengkampanyekan Kabupaten Poso aman untuk dikunjungi melestarikan situs pra sejarah berupa patung megalit Tadulako.

“Kita ingin mengkampanyekan kepada dunia, bahwa Kabupaten Poso saat ini sudah aman untuk dikunjungi. Tidak perlu takut untuk datang ke Poso,” kata Dandim 1307 Poso Letkol Inf. Dody Triyo Hadi selaku Komandan Satuan Tugas TMMD ke 102 dalam penjelasannya kepada wartawan di Aula Kodim 1307 Poso, Jumat (6/7/2018) lalu.

Selain itu kata Dody, kehadiran Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) kali ini untuk memberikan arti bagi masyarakat yang berada di daerah tertinggal di Kabupaten Poso, bahwa TNI pada umumnya dan TNI AD pada khususnya selalu bersama rakyat dalam membangun dan mengejar ketertinggalan pembangunan.

KET FOTO :
Dandim 1307 Poso Letkol Inf. Dody Triyo Hadi selaku Komandan Satuan Tugas (satgas) TMMD ke 102 tahun 2018, sedang menjelaskan soal rencana kegiatan kepada sejumlah wartawan, Jumat (6/7/2017) di Kodim 1307 Poso. FOTO : RAHMAN

“Salah satu kegiatan yang kita lakukan pekerjaan timbunan pilihan atau sirtu yang di antaranya berlokasi di arah patung Tadulako yakni dimana ada banyak patung megalit peninggalan pra sejarah disana yang sudah cukup dikenal di belahan dunia,” paparnya.

Dody menyebutkan, selama ini akses ke lokasi patung-patung peninggalan pra sejarah itu, agak sulit aksesnya, sehingga salah satu program yang akan dilakukan di TMMD ke 102, yakni membuka akses jalan ke situs pra sejarah tersebut.

Dody mengatakan, pihak TNi ingin ikut menjaga dan melestarikan keberadaan situs-situs peninggalan pra sejarah yang ada di Lembah Lore tersebut, sebagai bukti kecintaan TNi kepada sejarah dan budaya.

Dandim berharap, dengan baiknya akses jalan menuju Lore khusunya ke lokasi keberadaa situs pra sejarah, wisatan baik domestik maupun mancanegara, dapat dengan mudah melihat dan menikmati keberadaan situs pra sejara yang hanya ada satu-satunya di Sulawesi Tengah.

“Kami ingin agar semua orang dapat mengkases keberadaan situs-situs pra sejarah yang ada di lembah Lore dengan mudah, salah satunya dengan baiknya infrastruktur jalan menuju lokasi situs,” tandasnya. RHM

 

”benner