Pelayanan Observasi Pemkab Buol Dikeluhkan

Rumah Susun (Rusun) tempat 12 warga Buol asal Makassar di observasi. (FOTO : Moh Syarif M Joesoef/UP)

BUOL, UTARAPOST.CO.ID – Puluhan warga jamaah tabligh Kabupaten Buol, Sulteng, yang baru kembali dari Makassar, Sulawesi Selatan, mengeluhkan pelayanan tempat mereka menjalani observasi kesehatan selama 14 hari di sebuan Rusun (Rumah Susun), Kelurahan Kali.

Keluhan itu disampaikan oleh salah seorang warga yang turut menjalani observasi, dalam kolom komentar Facebook atas nama Bahar Jalal

Muat Lebih

“Terimakasih sebelumnya atas perhatian pemerintah..terutama kita yang baru pulang dari ijtima makassar.. Tapi keluhan kami dari tadi malam kami sampai ditempat isolasi.. Air tidak ada.. Tempat atau bangunan sangat kotor terus makanan untuk sarapan pagi belum ada sampai sekarang.. Itupun kami yg datang baru 12 orang,”tulisnya.

Ketua tim Satgas Pencegahan Covid-19 Pemkab Buol, Muhamad Suprizal Jusuf, dihubungi via WhatsApp, Sabtu (21/03/2020), menanggapi keluhan tersebut mengaku kondisi karena persiapan mendesak.

“Memang… persiapannya mendesak sbgmna yg sdh diinfokan Bpk Bupati di GWA.

Fasilitas RUSUNAWA sdh lengkap sebab setiap ruangan punya 2 kamar &  t4 tidur, WC/KM,  dapur, meja kursi dll,”tulis Suprizal.

Namun, berkaitan fasilitas Rusunawa, kata Suprizal, telah memenuhi standar untuk ruang atau tempat observasi. Dimana setiap ruangan memiliki dua kamar dan tempat tidur lengkap. WC/Kamar mandi, dapur, meja kursi serta segala fasilitas yang dibutuhkan.

“Untuk bberapa kekurangan tadi yg dikeluhkan tdi jam 10.00 sdh teratasi, seperti. Air utk MCK, Dispenser Air minum, Alas utk t4 shalat ( menunggu laporan) Makanan siap saji sejak kedatangan tadi malam pkl. 01.30 sdh disiapkan, kecuali tadi pagi agak terlambat.

In syaa ALLAH pd hari” berikutnya semuanya sdh berjln dgn baik,”sambungnya.

Dihubungi terpisah, Direktur RSUD Mokoyurli Buol dr Arianto Panambang, mengatakan tujuan dilakukan observasi untuk memastikan kondisi kesehatan. Selain untuk memutuskan potensi penularan covid-19.

“Maksud di karantina, 1. Memantau perkembangan kesehatan mereka dan memastikan dalam keadaan sehat, 2. Pencehahan dan pemutusan mata rantai potensi penukaran karena Makassar telah di tetapkan sebagai kota endemis,”tandasnya.

Sementara itu, puluhan jamaah tabligh warga Buol, ke Makassar untuk mengikuti kegiatan Ijtima Dunia Zona Asia 2020. Berlangsung di kompleks Pesantren Darum Ulum, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada 19-22 Maret.*

Reporter : Moh Syarif M Joesoef