Pemcam Bokat Himbau Peternak Kandangkan Hewannya

Camat Bokat, Moh Kachfi Mardjuni. Foto : Firman Taid
banner 468x60

BUOL, UTARAPOST.CO.ID – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Bokat, Kabupaten Buol, mengajak kepada seluruh Kepala Desa diwilayah itu, untuk bersinergi melakukan penertiban hewan ternak sapi yang dilepasliarkan pemiliknya.

Ajakan tersebut disampaikan melalui surat edaran nomor 413.4/03.26/kesra tertanggal 9 Januari 2020.

Muat Lebih

Camat Bokat, Moh Kachfi Mardjuni, mengatakan surat himbau untuk mengajak seluruh instrumen pemerintah yang ada diwilayah tersebut agar bersama-sama mengatasi persoalan ternak berkeliaran.

“Karena persoalan sapi berkeliaran tidak hanya tanggungjawab Pemerintah Kecamatan, tapi dibutuhkan keterlibatan semua pihak terkait,”sebut Camat, kepada utarapost.co.id, Senin kemarin.

Olehnya itu tambah Kachfi, menuturkan selain menerbitkan surat himbau kepada seluruh Kepala Desa. Pihaknya juga telah berkordinasi dengan penyuluh pertanian dan peternakan serta Sat Pol PP, dalam hal penertiban ternak sapi berkeliaran diwilayah itu.

“Dan kami kurang lebih sudah empat malam berturut-turut, turun bersama baik dari pemerintah kecamatan maupun pemerintah desa, mulai dari desa negeri lama hingga semua desa yang ada di kecamatan bokat, memantau kondisi hewan ternak yang berkeliaran dimalam hari,”sambung Camat.

Selama pemantauan kata Kachfi, tim menyampaikan himbau kepada pemilik ternak untuk melepas ternak bebas berkeliaran utamanya pada malam hari. Kepada peternak juga ingatkan agar mengandangkan ternaknya jika tidak konsekwensi sanksi Perda nomor 8 tahun 2017.

Ditemui secara terpisah, Sekcam Bokat, Nasir Andi Makka, berharap kepada para pemilik ternak agar sadar dalam memelihara ternak. Dalam hal penertiban hewan ternak dilepasliarkan Pemcam Bokat telah melakukan berbagai cara.

Sekcam Bokat, Moh Nasir Andi Makka
Foto : Firman Taid

“Kami sudah melakukan sosialisasi penertiban ternak sejak awal adanya program Pemerintah Kabupaten One Man One Cow, karena kedepanya akan banyak populasi sapi baik dari ASN maupun warga itu sendiri. Sehingga yang terjadi saat ini tinggal kesadaran dari pemilik ternak itu sendiri,”terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nasir juga menyampaikan tanggapannya terkait sejumlah status warga Net di Medsos Facebook grup Kabupaten Buol yang menyoroti soal ternak sapi berkeliaran bebas.

Ia menyarankan, jika masyarakat setempat menemukan ternak berkeliaran segerah laporkan kepada Pemerintah Kecamatan dan secara bersama-sama mencari solusi penyelesaiannya.

“Kalau hanya jadi kritikus dan tidak mencari solusinya, anak SD juga bisa,”tutupnya.*

Reporter : Firman Taid

banner 300x250
banner 468x60