Pemkab Buol Diminta Peduli Pemberantasan Narkoba

Wakil Ketua DPRD Buol, Ahmad T. Takuloe, SH. (FOTO : Moh Syarif M Joesoef/UP)

BUOL, UTARAPOST.CO.ID – Maraknya peredaran Narkoba di Kabupaten Buol menuai tanggapan dari sejumlah kalangan diantaranya Wakil Ketua DPRD, Ahmad Takuloe, yang meminta pemerintah setempat harus tanggap serta peduli dengan kondisi yang dapat mengancam masa depan generasi.

“Kami meminta Pemda turut ambil bagian memberantas narkoba di Buol bila ingin melindungi masa depan geresasi. Tidak boleh hanya berharap kepada polisi,”kata Ketua PDI Perjuangan Buol, via telepon, Sabtu (14/03/2020).

Muat Lebih

Untuk menekan peredaran narkoba Ahmad mengatakan, harus ada cara yang intensif dilakukan. Misalkan kata dia, pemerintah mengeluarkan kebijakan program “grebek kampung ” yang melibatkan seluruh aparat disetiap desa dimana tugasnya intens melakukan patroli setelah itu melaporkan kepada polisi setempat bila ada sesuatu mencurigakan.

“Harus ada cara yang kongkrit dan intes dari semua pihak termasuk masyarakat jika ingin Buol terbebas dari Narkoba. Kan kalau Aparat desa setiap saat melakukan patroli di desanya, tidak hanya peredaran narkoba yang di cegah, tapi juga bisa berfungsi mengurangi kejadian yang rawan di masyarakat seperti kenakalan remaja, pencurian, dan hal-hal lainnya,” pungkas

Terpisah, menanggapi marak narkoba, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Buol, Amdullah Lamase kepada utarapost.co.id berharap agar semua pihak bersinegi menseriusi narkoba di Buol.

“Terkait dengan maraknya narkoba di Kabupaten Buol, paling tidak diperlukan beberapa upaya diantaranya, bersinergi tokoh agama, pemerintah, aparat keaman & ormas secara serius untuk melakukan langkah konkret dalam upaya pemberantasan narkoba secara menyeluruh, termasuk bentuk sosialisasi dan  pembinaan pada semua kalangan,” sebut Abdullah melalui Whatsapp, Jum’at (13/03/2020).

“Menerapkan regulasi pemberantasan narkoba tanpa pandang bulu, baik pejabat maupun masyarakat sekalipun keluarga terdekat dan pemerintah perlu menganggarkan pengadaan alat dan bahan untuk pengecekan norkoba bagi ASN dan Siswa secara keseluruhan,”sambungnya.

Selain itu, Abdullah juga berharap kepada pihak aparat penegak hukum agar bisa mengungkap pelaku narkoba tidak hanya di tingkatan pengguna atau pengedar, tapi juga harus bisa menjerat bandarnya.

“ Harus dituntaskan sampai keakar akarnya, agar terungkap seluruh jaringannya,” tulis Abdullah.

Untuk diketahui pihak kepolisian Polres Buol telah berhasil mengungkap 17 kasus dan 21 tersangka kasus peredaran narkoba hanya dalam kurun waktu triwulan I di tahun 2020.*

Reporter : Ricky Muda