Pilkades Buol Dinilai Gagal, Ini Tanggapan Bupati

Bupati Buol, Amirudin Rauf. FOTO : ISTIMEWA

BUOL, UTARAPOST.CO.ID – Pada 2 Desember 2019, 56 desa di Kabupaten Buol menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak. Namun Pemkab Buol dinilai gagal, menyusul hasil pelaksanaan masih menyisahkan sejumlah persoalan.

Dinilai gagal dalam penyelenggaraan Pilkades, Bupati Buol Amirudin Rauf, angkat bicara. Menurutnya, dari 56 desa yang menyelenggarakan hanya terdapat sedikitnya delapan desa atau satu persen yang bermasalah.

Muat Lebih

“Pilkades serentak yang barusan dilaksanakan berjumlah sekitar 56 desa. yang mengajukan keberatan hanya 8 desa atau 1 persen lebih sedikit, lantas ukuran gagalnya dimana?,”tulis Bupati melalui WhastApp kepada utarapost, Sabtu (06/12/2019).

Lanjut Bupati menuturkan, dari delapan desa yang mengajukan gugatan diantara tengah dilakukan kajian terhadap penafsiran aturan.

“Sisanya lebih pada masalah prilaku kandidat atau pendukung kandidat seperti money politik atau perbuatan yg diduga melanggar,”terang Amirudin.

Ia menambahkan, mengenai sengketa Pilkades yang belum mendapat kepastian hukum karena soal masih terdapatnya multi tafsir berkaitan dengan peraturan undang-undang Pemkab Buol melibatkan pihak Kejaksaan.

“Untuk kasus yg berkaitan dengan penafsiran peraturan perundangan yang belum menemukan titik kesamaannya sedang dimintakan pendapat hukum dari kejaksaan selaku penasihat negara,”tandas Bupati.

Diketahui, pasca pelaksanaan Pilkades sedikitnya ada delapan desa dari 56 desa yang menyelenggarakan Pilkades serentak mengajukan keberatan atas hasil pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa di Daerah itu ke DPMD.

Berdasarkan laporan tersebut sejumlah permasalahan menyeruak. Mulai dari soal DPT ganda, pemilih dibawah umur, hingga soal politik uang.

Sebelumnya, melalui Sekab Buol, Muhammad Suprizal Yusuf, mengungkapkan proses perselisihan sengketa Pilkades serentak kini mulai dibahas tim panitia tingkat Kabupaten.*

 Reporter : Moh Syarif M Joesoef

”benner