POLRES BUOL GELAR TABLIGH AKBAR DAN BUKA PUASA BERSAMA

Suasana Kegiatan Tabliq Akbar dan Buka Puasa Bersama yang digelar Polres Buol bersama Ormas dan OKP se Kabupaten Buol, Kamis (7/6/2018) petang. FOTO : IST

Kapolres : Ciptakan Kamtibmas dengan Pererat Silaturahmi Polisi dan Masyarakat  

 

Muat Lebih

BUOL. UTARA POST – Kepolisian Resort (Polres ) Kabupaten Buol menggelar acara Tabligh Akbar yang dirangkaikan dengan Buka Puasa Bersama dengan tema Menjalin Silaturrahmi Polisi dan Masyarakat dalam mewujudkan situasi kamtibmas di Kabupaten Buol.

Kegiatan yang digelar di lapangan upacara Mako Polres Buol, Kamis (7/6/2018) petang dihadiri seribu lebih orang.

Kapolres Buol, AKBP Budi Prayitno dalam sambutannya mengatakan,  silaturahmi ini merupakan salah satu dari bentuk upaya kepolisian dalam mempererat silaturrahmi antara polisi dan masyarakat, khususnya dalam hal ini organisasi-organisasi kepemudaan di Kabupaten Buol seperti Ansor dan OKP lainnya.

POLRES BUOL GELAR TABLIGH AKBAR DAN BUKA PUASA BERSAMA,
Kapolres : Ciptakan Kamtibmas dengan Pererat Silaturahmi Polisi dan Masyarakat

Prayitno menyebutkan, kegiatan ini sebagai salah satu upaya kepolisian untuk mencegah adanya aliran-aliran radikalis guna mewujudkan situasi yang aman dan kondusif di tengah masyarakat.

Di hadapan unsur pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Buol, Prayitno menegaskan, kegiatan-kegiatan seperti ini akan senantiasa dilanjutkan dengan bekerja sama dengan organisasi kepemudaan NU tersebut.

“Silaturahmi semacam ini akan terus dilakukan, sehingga pemuda juga memiliki peran penting dalam menjaga keamanan negara, selain kepolisian, dari hal-hal yang adapat mengganggu situasi Kamtibmas,” ujar Kapolres.

Sementara itu Pengurus cabang Nahdhatul Ulama Kabupaten Buol, Nurkhairi dalam tausiyahnya mengatakan, Islam hadir sebagai rahmatan lil ‘alamin untuk saling berkasih sayang diantara mahluk bukan hanya sesama penganut agama Islam tapi juga kepada seluruh manusia.

Dia  mengingatkan, keberadaan gerakan-gerakan takfiri yang merupakan cikal bakal dari gerakan-gerakan radikal ini tumbuh, disebabkan oleh pemikiran-pemikiran intoleransi. Pemikiran-pemikiran intoleransi yang dimaksud seperti gemar mengkafirkan sesama muslim dan sering menyebut-nyebut bid’ah kepada suatu aktivitas keagamaan.

“Gerakan-gerakan ini bahkan tidak segan-segan ‘mengkafirkan’ saudara dan orangtua sendiri,” paparnya. *RC

”benner