Satu Anak Status PDP di RSUD Mokopido Tolitoli

Konferensi pers pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mokopido, Tolitoli terkait penjelasan pasien 01 di aula lantai dua RSUD Mokopido, Jumat (20/03/2020). FOTO: AFANDI/UP

TOLITOLI, UTARAPOST.CO.ID – Satu orang anak dikabarkan berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mokopido, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Dan hingga saat ini, Jum’at (20/03/2020) tengah mendapat perawatan dari pihak rumah sakit di ruang isolasi.

“Ada pasien 01 yang kami rawat saat ini anak berusia 3 tahun. Pasien tersebut sekarang sedang di rawat di RSUD mokopido kab tolitoli di ruangan isolasi karena  berstatus PDP,” kata dr. Wilda kepada wartawan saat konferensi pers di aula lantai dua RSUD Mokopido, Jumat (20/03/2020).

Muat Lebih

dr. Wilda menjelaskan, awalnya pasien datang pada hari Rabu (18/03/2020) dengan keluhan mual,muntah dan diare jadi pasien di rawat masuk dengan diagnosis diare akut.

Kemudian perawatan  hari kedua kata dia, ternyata ada keluhan tambahan pasien  juga mengeluh batuk karena gangguan saluran pernapasan. Dimana pasien mengalami batuk, demam, pilek dan setelah dilakukan pemeriksaan teranyata anak tesebut mempunyai riwayat fakta dengan tantenya yang baru pulang dari cina, dengan riwayat kesehatan yang belum jelas.

“Jadi berdasarkan analisis itu kami telusuri ternyata hari ini baru batuk satu hari kami temukan  ada gejala nemonia ( serangan paru-paru). Karena kasusnya sangat profesif, saya langsung konfirmasi ke dokter faisal ahli radiologi untuk di lakukan pemeriksaan lebih intensif,” kata Wilda, selaku dokter yang menagani pasien 01.

“Dan hasil pemeriksaan laboratorium kembali, setelah kami lakukan pemeriksaan lanjutan, ternyata terbukti memang ada radang paru paru. Jadi kami tetapkan pasien ini sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) untuk lakukan pengobatan sesuai dengan SOP yang ada di ikatan dokter indonesia dan kemenkes,” Sambungnya.

SOP Penanganan PDP

Salah satu anggota Satgas COVID-19 Tolitoli, dr. Sofyan menjelaskan pasien 01 sebagai PDP pertama di kabupaten tolitoli. Dan standar operasional prosedur ketika pasien sudah masuk kategori PDP adalah di rawat di ruangan isolasi.

Sehingga dengan begitu ia mengatakan, semua tenaga medis yang kontak langsung dengan pasien PDP itu harus menggunakan pelindung diri yang standar.

“ Alat pelindung diri yang di gunakan tenaga medis  berupa baju astronod karena  itu merupakan pelindung diri yang standar untuk di gunakan,” terang dr. Sofyan.

Selain itu kata Dia, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan dr. Sintia selaku dokter label di klinik, akan mengirimkan swep tenggorok/ kerongkongan dan pemeriksaan serum  sesuai dengan aturan kemenkes.  

“Kemudian kita ambil itu dan di kirim ke dinas kesehatan Propinsi dan disana akan meneruskan ke Puslitbangkes untuk menunggu hasilnya. kemungkinan akan memakan waktu selama tiga hari, ”jelas dr. Sofyan.

Kepada seluruh masyarakat kabupaten tolitoli Ia menghimbau agar tetap tenang, karena penyebab virus Corona ini semua orang bisa berperan, dengan cara membatasi aktivitas, mengurangi kontak fisik dan menghindari tempat kerumunan atau bisa memakai masker.

“Karena PDP ini belum tentu positif corona, kita masih tunggu hasil pemeriksaan dari pusat selama tiga hari ke depan”tandasnya.

Reporter : Afandi