SENGKETA PROSES PEMILU 2019, Bawaslu Poso Gelas Sidang Adjudikasi

Suasana jalannya sidang adjudikasi penyelesaian sengeketa proses Pemilu 2019 yang digelar Bawaslu Kabupaten Poso, Senin (27/8/2018) di ruang sidang adjudikasi Bawaslu Kabupaten Poso. FOTO : RAHMAN
Suasana jalannya sidang adjudikasi penyelesaian sengeketa proses Pemilu 2019 yang digelar Bawaslu Kabupaten
Poso, Senin (27/8/2018) di ruang sidang adjudikasi Bawaslu Kabupaten Poso. FOTO : RAHMAN

POSO, UTARA POST – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Poso, menggelar sidang adjudikasi
Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu 2019, terkait dua orang bakal calon anggota legislatif DPRD Kabupaten
Poso yang dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh KPU Kabupaten Poso.

Dalam sidang adjudikasi tersebut yang digelar Bawaslu Poso, Senin (27/8/2018), hadir Bacaleg dari PKPI
bernama Mathius Tungka bersama kuasa hukumnya, Arif Kurniawan selaku pemohon dan KPU Kabupaten
Poso yang diwakili Kasubag Teknis, Jumirin Saifuddin selaku termohon. Sidang dipimpin Ketua Majelis Abdul
Malik Saleh yang juga Ketua Bawaslu Poso didampingi dua anggota Bawaslu Poso, Helmi Mongi dan Christian
A. Oruwo dengan agenda mendengarkan keterangan pemohon.

Pada sidang itu Pemohon dalam hal ini Partai PKPI yang diwakili Arif Kurniawan dalam gugatannya meminta
kepada Bawaslu Poso untuk mengabulkan permohonan secara keseluruhan dari 13 poin yang diajukan
diantaranya memulihkan status dari tidak memenuhi syarat ke memenuhi syarat sebagai caleg anggota DPRD
Kabupaten Poso.

Pihak pemohon melalui kuasa hukumnya mengakui, dirinya memang pernah divonis dan telah menjalani
hukuman penjara selama satu tahun.

Sementara itu pihak KPU Kabupaten Poso sebagai termohon dihadapan sidang mengakui, jika dua orang
bacaleg dinyatakan TMS saat dicalonkan oleh parpolnya masing-masing,oleh pihak KPU Poso. Hal itu
dilakukan sebagaimana diatur dalam PKPU No.20 tahun 2018.

Termohon menegaskan, pihaknya memiliki bukti kongkrit serta konfirmasi baik dari Pengadilan Negeri Poso
ataupun dari pihak lembaga pemasyarakatan dimana para pemohon sebelumnya menjalani hukuman serta atas
pengakuan yang bersangkutan saat dikonfiirmasi.

Sebelum kedua pemohon menjalani sidang adjudikasi di Bawaslu Kabupaten Poso, proses mediasi penyelesaian
sengketa pemilu yang dilakukan oleh pihak Bawaslu antara KPU dan masing-masing partai politik menemui jalan
buntu.

Sidang perdana yang digelar tersebut, baru mendengarkan keterangan pemohon. Sementara sidang selanjutnya
yang akan digelar dalam waktu dekat akan menghadirkan keterangan saksi para pemohon.

Diketahui, sebelum KPU Kabupaten Poso mengumumkan Daftar Calon Sementara (DCS) pada 12 Agustus
2018, KPU Kabupaten Poso mencoret dua nama bacaleg yang diajukan dua parpol berbeda yakni masing-
masing bernama Mathius Tungka dari Partai Keadilan Dan Persatuan Indonesia dan Idrus Tadji dari Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), karena pengajuan keduanya tidak sesuai PKPU No.20 Tahun 2018,
sehingga keduanya dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebagai bakal calon legislative pada Pemilu 2019. RHM

”benner