Terdakwa Penganiaya Ketua HMI Palu Divonis 10 Bulan, JPU Banding

Para terdakwa saat menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Palu, Senin (25/11/2019). FOTO: IST
banner 468x60

PALU, UTARAPOST.CO.ID – Lima terdakwa penganiaya Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palu, Karimun Hamid, divonis 10 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Palu, (25/11/2019).

Kelima terdakwa masing-masing, Syamsidi Markus (39), Aristo (21), Raflianto (23), Moh. Bayu Riswan (22), Yofan Setiawan (21). Mereka divonis pidana 10 bulan penjara berdasarkan amar putusan yang dibacakan ketua majelis hakim, I Made Sukanada, di PN Palu, pada Senin (25/11/2019).

Muat Lebih

Vonis hukuman ini diketahui jauh dibawah tuntutan jaksa penuntut umum yakni 3 tahun 6 bulan.

Menanggapi hal tersebut, jaksa penuntut (JPU) akan mengajukan banding karena vonis hakim dianggap belum berdampak efek jera serta belum memenuhi keadilan. Vonis juga dinilai kurang dari separuh tuntutan JPU.

“Sesuai aturan, wajib melakukan banding. Dasarnya jika vonis dibawah 2/3 dari tuntutan JPU 3 tahun 6 bulan, maka kami wajib melakukan banding. Demikian vonis dibawah 2/3 dari tuntuntan JPU 2 tahun 6 bulan,”terang Hamka, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (26/11/2019).

Ditemui secara terpisah, Ketua HMI Cabang Palu, Karimun Hamid, mengatakan menyerahkan sepenuhnya proses banding yang dilakukan oleh JPU.

Rabu (27/11/2019), Ketua Umum HMI Cabang Palu, Karimul Hamid, mengatakan  menyerahkan sepenuhnya terhadap putusan banding yang akan dilakukan JPU.

“Secara individu, saya sebagai korban menilai belum mendapatkan keadilan hukum. Mestinya vonis sesuai aturan, yakni 2/4 dari tuntutan JPU. Apapun keputusan jaksa kami secara individu dan kelembagaan, akan mengawal prosesnya,”kata Karimun, Rabu (27/11/2019) di Palu.*

Reporter : Yahya Prianto

banner 300x250
banner 468x60