TMMD ke 102 Kodim 1307 Poso Pengerjaan Jalan Doda-Lelio, Menembus Batas Peradaban dan Ketertinggalan

DODA, UTARA POST –  Pengerjaan jalan berupa timbunan sepanjang 920 meter x 4 meter di ruas jalan Doda Kecamatan Lore Tengah –Lelio Kecamatan Lore Barat, di kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102 yang  digelar Komando Distrik Militer (Kodim) 1307 Poso, sebagai upaya untuk menembus peradaban di wilayah tersebut yang selama ini terisolir.

Lokasi pengerjaan jalan berupa timbunan sirtu yang berada di ujung Desa Doda tersebut, yang sebelum TMMD ke 102 digelar terlihat sempit dan ditumbuhi tumbuhan belantara,  saat ini sudah tidak terlihat lagi kecil dan tak lagi ditumbuhi rumput liar.

Dua alat berat berupa grader dan excavator mulai bergerak membersihkan lokasi pengerjaan jalan Doda – Lelio sebelum ditimbun dengan Sirtu. Kemanunggalan anggota TNi bersama masyarakat di Kecamatan Lore Tengah untuk menembus keterbatasan akses transpotasi tersebut dilakukan agar kedua wilayah bisa tidak tertinggal dan terisolir dari pembangunan.

Wakil BUpati Poso, Samsuri menyerahkan alat kerja kepada personil TNI Kodim 132 Poso, Bhanbinkamtibmas Desa Doda dan Masyarakat Desa Doda untuk digunakan pada kegiatan TMMD ke 102 tahun 2018. FOTO : IST

“Ini upaya Pemerintah Daerah Poso bersama TNI untuk membuka keterbatasan yang selama ini terjadi anatar dua wilayah ini,” kata Wakil Bupati Poso, Samsuri disela-sela meninjau lokasi pengerjaan fisik jalan Doda-Lelio di program TMMD ke 102 di Desa Doda, Selasa (10/7/201b) lalu.

Wabup Samsuri menyebutkan, salah satu alasan Pemerintah Daerah Poso bersama KOdim 1307 Poso melaksanakan kegiatan TMMD di Desa Doda, karena desa ini adalah satu-satunya wilayah Kabupaten Poso yang belum tersentuh melalui program TMMD. Selain itu desa ini merupakan desa terisolir padahal memiliki potensi yang cukup besar dari sektor pertanian dan perkebunan.

“ Dua Kecamatan ini yakni Lore Tengah dan Lore Barat selama ini terisolasi, tersekat karena adanya taman nasional, sehingga ketika masyarakat di dua wilayah ini hendak berkunjung harus menempuh jarak yang cukup jauh dengan berjalan kaki,” ujarnya.

Dia menjelaskan, jalan yang dikerjakan saat ini merupakan satu-satu  kepentingan masyarakat antar dua kecamatan tersebut, karena ketika ada kegiatan kemasyarakatan antara Lore Barat dan Lore Tengah aksesibilitasi mereka hanya lewat jalan setapak.

“Melalui program TMMD ke 102 ini, nantinya jalan ini akan diperluas  dan ditimbun dengan sirtu sehingga bisa dilewati kendaraan,” paparnya.

Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri Bersama Dandim Dody Triyohadi Saat Mengecek Lokasi Jalan Akses Antar Dua Kecamatan. FOTO : IST

Selain itu kata Wabup, melalui TMMD ini pengerjaan jalan Doda-Lelio ini sebagai upaya mengkoneksitaskan potensi pariwisata yang ada di Kecamatan Lore Tengah dengan potensi pariwisata yang ada di Kecamatan Lore barat, Lore Selatan dan Pamona dengan potensi Danau Poso, sehingga kedepannya, seluruh potensi pariwisata di Pamona, Lembah Bada, Lembah Besoa dan Lembah Lore dapat dijadikan destinasi wisata unggulan yang dimiliki Kabupaen Poso.

“ini menjadi tujuan utama kita, agar seluruh wilayah yang memiliki potensi pariwisata dapat terhubung dan saling mendukung  satu sama lainnya. Selama ini, wilayah-wilayah ini tidak terhubung bahkan jauh tertinggal dari wilayah lainnya di Kabupaten Poso dan Sulawesi Tengah,” jelas wabup.

Sementara itu, Dandim Letkol Inf Dody Triyohadi menambahkan, tujuan dari dikerjakannya jalan Doda –Lelio ini di kegiatan TMMD ke 102 dan menjadi sasaran utama pihaknya, disebabkan sulitnya akses masyarakat di desa ini menuju wilayah lain.

Dandim mengaku, pihaknya akan bekerja cepat dan cermat dalam pengerjaan jalan Doda –Lelio berupa penimbunan sirtu sepanjang 920 meter dengan lebar 4 meter, dapat menembus batas peradaban yang selama ini terisolasi dan tertinggal dari daerah-daerah lainnya.

“Masyarakat di dua daerah ini sangat kesulitan ketika ada kegiatan kemasyarakatan atau pesta pernikahan, mereka harus menmpuh berhari-hari perjalanan yang sulit hanya untuk saling mengunjungi. Mereka harus menggunakan gerobak atau berjalan kaki untuk saling mengunjungi,” jelas Dandim. RAHMAN